Rabu, 25 Juni 2014

POPO

Sering kita menjumpai cerita- ceita Fabel digunakan sebagai cerita dalam rangka mendidik dan itu sudah di lakukan dari generasi ke generasi. dari situlah kami mencoba akan melakukan kegiatan mendongeng  dan membuat buku cerita untuk anak yang nantinya dibagikan untuk anak- anak. Namun kurangnya pendanaan maka kami ingin membaginya lewat blog/ media sosial yang kami miliki dan mengajak semua teman- teman untuk  Membantu kami  menceritakan cerita tentang Popo kepada anak- anak di seluruh penjuru dunia dengan berbgai macam bahas.
saat ini cerita popo masi dalam proses alih bahasa . bagi teman- teman yang berminat untuk menceritaakan kepada teman- teman kecil disekitar anda. temen- temen bisa Download cerita POPO di blog kami pada bulan Agustus 20014 




Mari kita ceritakan tentang cerita- cerita kebersamaan  terimakasih ;)

Selasa, 12 Maret 2013

ANAS (Anak Sawah) Di Undang Kerumah Sahabat

Mungkin pertanyaan pertama kali yang terlintas ketika membaca judul di atas adalah: “masak sih?!”, dan kami menjawab “Ya!” . Karena kamilah yang membawa Thomas Alva Edison nyantri kesana. Tepatnya di Yayasan Al-Kautsar Rajadatu Tasikmalaya, Thomas Alva Edison nyantri bersama anak-anak yatim di Rajadatu. Tapi bukan Thomas Alva Edison yang penemu lampu itu yang jadi mu’alaf kemudian nyantri. Karena Thomas Alva Edison yang penemu lampu telah meninggal dunia beberapa dekade yang lalu. Jadi tidak mungkin ikut kami ke Rajadatu Tasikmalaya kemudian nyantri disana. Tepatnya tanggal 9 Maret 2013 kami diundang oleh Yayasan Al-Kautsar Rajadatu Tasikmalaya untuk berbagi kegembiraan bersama anak-anak yatim. Dan kami mendongeng tentang kisah perjalanan Thomas Alva Edison yang berhasil menjadi penemu luar biasa dibalik keterbatasannya, yang temuan-temuannya masih sangat bermanfaat dan digunakan sampai sekarang.

Okey.. sebelum menceritakan lebih lanjut tentang Thomas Alva Edison yang nyantri, kita ceritakan dulu tentang letak geografis Rajadatu Tasikmalaya disana bermukim Yayasan Al-Kautsar 561, yang mengundang kami  (Sanggar Anak Sawah) untuk membuat anak asuhnya menjadi sedikit bengal. Rajadatu menurut kami tempat yang sangat indah, hijau dan subur. Letaknya jika dari ciamis sekitar satu jam perjalanan dan jika dari Tasikmalaya kota ditempuh satu setengah jam perjalanan kendaraan pribadi. Letaknya diantara perbukitan dan lembah-lembah, mungkin jika di Jogja hampir mirip dengan kawasan Gunung Kidul. Bedanya di Rajadatu air mengalir lebih baik dibandinkn dengan kawasan Gunung Kidul. Sawah yang terhampar hijau pohon-pohon yang tumbuh subur, dan saat kami kesana pohon- pohon sedang berbuah lebat. Mungkin karena organik rambutan di Rajadatu rasanya manis sekali. Karena musim hujan sungai mengalir berwarna kecoklatan mungkin karena lumpur yang ikut terbawa arus sungai. Walaupun kampung tapi sangat bersih dan rapi, bunga-bunga dibiarkan bermekaran indah dipinggir-pinggir jalan. Penduduknya pun ramah-ramah walaupun kami agak bermasalah dengan bahasa lokal, karena kami sama sekali tidak bisa bahasa sunda. Tapi mereka bisa memaklumi ketika kami menjelaskan dengan cukup ramah dan sopan (dalam ukuran kami).

Sesuai dengan cerita Pak Asep dan Bu Tati pemilik Yayasan Al-Kautsar 561, pukul 16.30 anak-anak sudah mulai berdatangan. Setelah mereka berkumpul acaranya adalah tausiyah, dan itu tidak melibatkan kami. Mungkin efek yang ditimbulkan akan berbeda jika yang mengisi tausiyah adalah kami. Dan kami belum berani mempertanggungjawabkannya di akhirat. Acara tausiyah berakhir sampai maghrib dan dlanjutkan lagi setelah maghrib sampai masuk isya.

Setelah makan malam, anak-anak dan segar kembali sekarang giliran kami. Mengajak Thomas Alva Edison nyantri. Anak-anak duduk dengan agak rapi siap mendengarkan kami mendongeng. Malam ini kita agak sedikit berbeda dari biasanya, sebab kita harus mendongeng di depan anak- anak SD, SMP dan SMA. Maka kami menggunakan slide show, dan ternyata berhasil. Anak-anak bisa mngikuti dongeng kami tentang Thomas Alva Edison. Mulai dari Thomas anak-anak yang semua orang menganggapnya bodoh, beranjak remaja dengan percobaan-percobaan gilanya, hingga dewasa ketika Thomas mengalami ketulian tapi tidak menyurutkan semangatnya untuk terus melakukan percobaan hingga akhirnya ia menjadi seorang penemu yang produktif  bahkan temuannya masih bisa kita nikmati dan digunakan hingga sekarang. Anak-anak mendengarkan dengan penuh kegembiraan. Dan itu cukup membuat kami larut dalam kebahagiaan. Akhirnya acara Thomas Alva Edison nyantri ditutup dengan games seru untuk menguji keberanian anak-anak. Setidaknya mereka berani berbicara di depan teman-temannya yang lain.

Pagi sebelum pulang, kami sempatkan untuk mengabadikan kebersamaan kami bersama anak-anak Yayasan Al-Kautsar 561 dengan kamera digital yang kami bawa. Pukul 07.30 kami berpamitan mudah-mudahan apa yang telah kita bagi bisa bermanfaat. Banyak pelajaran yang kami dapat dari kunjungan kami ke Yayasan Al-Kautsar 561 Rajadatu Tasikmalaya. Banyak hal-hal baru yang kami dapatkan, mungkin bisa kami bagi untuk teman-teman yang lain di tempat yang lain pula. Yang jelas kami bukan motivator, inspirator, depkolektor, profokator ataupun kalkulator. Kami hanya berusaha untuk menjadi sahabat yang baik untuk teman- teman/anak-anak. Salam dari kami Sanggar Anak Sawah Yogyakarta kepada Yayasan Al-Kautsar 561 Rajadatu Tasikmalaya. Mudah-mudahan kita bisa bejumpa kembali untuk berkegiatan bersama lagi. Amiinn.

Jumat, 15 Februari 2013

Thomas Alva Edison Main Ketasik Bareng Sanggar Anak Sawah

Dari berbagai tulisan yang saya baca baik itu dari buku mau pun internet.. Ternyata Thomas Alva Edison seumur hidupnya, hanya memperoleh pendidikan resmi dsekolah selama 3 bulan saja. itu pun saat berumur 8 tahun. Edison dikeluarkan dari sekolahnya dengan alasan karena Edison idiot, tidakmampu menerima pendidikan dan masih banyak kekonyolan- kekonyolan yang ia perbuat. 80% tuli , Namun kenyataan membuktikan Edison tidak idiot, hanya cara dia memandang sesuatu dari sudut yang berbeda dari anak2 lain. Keberasilan Edison tidak lepas dari jasa Ibunya yang berani memikul tanggung jawab atas pendidikan anaknya dan tidak bosan-bosannya menjawab pertanyaan yang di ajukan Edison.

Edison, adalah ilmuan yang paling produktif dan memiliki banyak cerita yang sayang jika tidak di ceritakan. Maka dari situlah saya tertarik untuk menulis Thomas Alva Edison agar bisa di dongengkan untuk teman- teman di Tasik :)

Sabtu, 09 Februari 2013

Keadaan Alam

Penulis lilik agung fatmaji (sanggar anak sawah)
kiriman lilik yang saat kecilnya bermain disanggar bersama teman sebayanya.


Bagaimana keadaan alam sekarang, tambahnya berbagai masalah yang ada di dunia ini. semakin banyaknya sampah, pembakaran hutan, banyak polusi, dan masih banyak lagi. Adanya bencana banjir banyak yang menduga di karenakan sampah yang semakin lama merajalela. Udara yang kotor sebagian besar  karena adanya polusi yang muncul di berbagai sumber. Banyak berbagai masalah alam, kebersihan, dan lain-lain timbul per tahunnya.
 Akibat adanya berbagai masalah itu, keadaan alam di dunia ini semakin buruk, bukanya tambah baik. Banyak berbagai masalah besar terjadi, seperti;
*Banyaknya hewan yang mati dikarenakan memakan berbagai sampah yang dibuang ke seluruh tempat, sehingga hewan-hewan menjadi habis dan langka.  hewan yang berada di air pun mati karena air yang sebagai sumber kehidupan ikan, tercemar,

 *Tanah-tanah yang tercemar, akibat pembuangan berbagai bahan kimia dan pembuangan plastik yang tidak dapat di urai oleh tanah. Sehingga tumbuhan pun ikut mati dan menjadi habis, karena teracuni oleh zat-zat kimia yang berbahaya.

 *Udara yang kotor, udara penting bagi kehidupan makhluk hidup. Bagaimana jika udara terkena berbagai polusi dan zat gas yang berbahaya, makhkluk hidup pun akan mati,
  
          Sangat memperhatikan sekali keadaan di dunia ini, hari per hari pencemaran semakin meningkat, bukanya tambah membaik, kapan semua ini kita sadari dan kapan semua ini berakhir. berbagai dampak ini dapat merugikan banyak makhluk hidup yang tidak melakukan aktivitas yang merugikan, seperti hewan dan tumbuhan. Bumi pun menjadi lebih buruk dan tidak menentu keadaanya. Bagaimana keadaan anak cucu kita nanti, mereka tidak dapat menikmati keindahan yang ada di dunia ini yang seharunya bersih. Akankah kita akan menjadi makhluk perusak!!.  (T_T)
 





***Mari kita renungkan tentang keadaan dunia kita ini yang seharusnya bersih dan menjadi tempat tinggal kita yang nyaman****

........**........Kapankah dunia ini bersih tanapa berbagai polusii, bersih tanpa sampah, bersih tanpa zat-zat yang berbahaya......**..........

Kamis, 07 Februari 2013

Apresiasi Teman- Teman Oi/ TABLOi

Teman-teman Anak Sawah diminta kawan-kawan dari OI mengirim artikel tentang Sanggar Anak Sawah. Sanggar Anak Sawah telah berdiri sejak 07 Januari 2009 di desa Jaranan Rt 03, kec. Sewon, Kab.Bantul, Yogyakarta. Secara geografis, desa jaranan merupakan peralihan desa ke kota. Posisi seperti ini berpengaruh kuat pada budaya yang terbentuk di masyarakat desa Jaranan.Peralihan dari budaya rural (agraris) menjadi budaya urban berdampak kuat pada proses pendidikan dan tumbuh kembang anak-anak desa Jaranan. Dulu anak-anak desa Jaranan bebas bermain,namun seiring dengan pertumbuhan penduduk dan perkembangan pembangunan, maka tempat dan waktu untuk bermain telah terrengut dari mereka.tanah lapang tempat mereka bermain telah ditumbuhi bangunan yang susul menyusul. Jumlah teman sepermainanpun sudah tidak lagi bisa banyak.Karena kini tuntutan akademis di sekolah sudah semakin tinggi,jadi anak sudah dsibukkan dengan berbagai jadwal les akademis.

Kesuksesan dalam ekonomi dan akademis memang merupakan tolak ukur sebagai manusia sukses pada era duia pencitraan sekarang ini. maka dunia pendidikan di Indonesia sekarang saling berlomba melahirkan manusia-manusia berotak briliant yang dengan skilnya akan mampu menghasilkan banyak uang.

Sehinga demi tercapainya target kurikulum sekolah sering mengabaikan bakat dan potensi alaminya. Anak sebagai obyek serig dipaksa menghafal dan patuh pada kunci jawaban. Mereka tidak diberi ruang untuk berpikir alternatif.

Lebih ironis lagi, karena sekolah terlalu sibuk mengejar angka-angka, akhirnya sisi sosial emosi anak sering tidak terolah. Akibatnya anak tumbuh menjadi manusia egois dan tidak peka terhadap lingkungan sekitarnya, bahkan sering menghalalkan segala cara untuk mencapai keinginanya, muncullah kasus-kasus korupsi, tabrak lari, perusakan alam, nyontek, dll.

Berangkat dari keprihatinan itulah Sanggar Anak Sawah berdiri, memberi alternatif belajar yang lebih ramah anak. Sanggar Anak Sawah memfasilitasi anak dalam berkarya, bermain, belajar dan menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan mereka sendiri, sehingga anak tumbuh dan berkembang menjadi jiwa merdeka. Di sini anak mendapat ilmu tanpa harus merasa digurui. Pendampingan belajar anak di Sanggar Anak Sawah melalui media seni, sehingga anak bebas berekspresi sesuai dengan usiannya. Proses belajar Sanggar Anak Sawah dilaksanakan di sawah dan dialam bebas, sehingga anak akan lebih mengenal betapa pentingnya lingkungan dan ekosistem yang diciptakan tuhan. Dengan demikian anak akan berkembang secara mandiri dan memiliki kecintaan pada alam serta memiliki rasa kebersamaan yang tinggi.

Selain proses belajar di sanggar anak sawah sendiri, Sanggar Anak Sawah juga punya program berbagi ilmu dan kebahagiaan di sekolah-sekolah ataupun lembaga lainnya, dengan cara mendongeng dan work shop membuat boneka tangan. Misi dari mendongeng keliling ini adalah menanamkan kepekaan pada anak-anak terhadap keberadaan hewan-hewan langka di Indonesia dan tentang kebersamaan untuk selalu menghargai setiap kehidupan.

Berkehendak untuk Membuat Cerita Karya Sendiri


4 cerita anak karya Teman- teman Sanggar Anak Sawah. sebuah kisah tentang perjuagan Orang Utan indonesia
Cerita: Nak Banu Cover & ilustrasi: Arda, Uci & Iwan Senewen

Tak bisa disangkal bahwa dongeng memang memiliki daya tarik tersendiri.
kegiatan mendongeng sebetulnya bisa memikat dan mendatangkan banyak manfaat, bukan hanya untuk anak-anak tetapi juga orang tua yang mendongeng untuk anaknya. Kegiatan ini dapat mempererat ikatan dan komunikasi yang terjalin antara orang tua dan anak. Para pakar menyatakan ada beberapa manfaat lain yang dapat digali dari kegiatan mendongeng ini.

Namun Untuk mampu menyajikan dongeng dengan baik dibutuhkan persiapan yang baik. Selain itu keluwesan dalam menulis cerita yang sesui untuk anak juga dalam mendongeng, teknik penyajian dongeng, keterampilan mengolah kata dan penghayatan dalam mendongeng hanya dapat dikuasai dengan pengalaman–pengalaman dan latihan. Latihan–latihan tertentu yang rutin sangat dibutuhkan. Segalanya tidaklah mungkin sekali jadi. Dengan demikian diharapkan teman- teman remaja  dampingan Sanggar Anak Sawah mampu menulis menyajikan dongeng dengan menarik dan menyenangkan, tentunya akan berimbas pada perhatian anak yang mendalam sehingga berpengaruh pada pembentukan perilaku anak/ pendengar.

Selasa, 25 Desember 2012

Bagi- Bagi Buku GERATIS


25 Desember 2012 Mulai Penyaluran Buku Bingkisan Istimewa ( Bagi yang mau hup Email Sanggar Anak Sawah di info.sanggaranaksawah@gmail.com)       
Cerita naskah drama “Bingkisan Istimewa”
pergolakan yang kelak akan membangun sebuah masadepan

Kalau Saya tidak membunuh anak ini sekarang dan saya biarkan dia tumbuh sampai dewasa. Kelak laki- laki dia pasti akan menjadi bajingan, seorang pengecut seperti bapaknya dan apa bila dia perempuan dia pasti lebih buruk dari saya, bisa- bisa dia jadi pelacur!”

“…... Apakah kamu tau bagimana perasaan orang yang mandul berharap memiliki anak yang keluar dari rahimnya sendiri, jika kamu pernah membayangkanya tentunya kamu tau rasanya betapa berharganya seorang anak itu!”


Sedikit bio data sahabat:
Tembong Siswodiharjo lahir di kota Bantul, Yogyakarta dari pasangan Siswodiharjo dan Siti Darojah. Menempuh pendidikan SMA di Sekolah Menengah Seni jururusan Seni Rupa, Pada tahun 2003 melanjutkan pendidikannya di Institut Seni Indonesia Yogyakarta lulus dari fakultas seni pertunjukan jurusan Teater pada tahun 2010.



Naskah ini pernah dipentaskan Teater Sangkakala Yogyakarta Societed Militer Taman Budaya Yogyakarta pada 4juli 2008