Teman-teman Anak Sawah diminta kawan-kawan dari OI mengirim artikel tentang Sanggar Anak Sawah. Sanggar Anak Sawah telah berdiri sejak 07 Januari 2009 di desa Jaranan Rt 03, kec. Sewon, Kab.Bantul, Yogyakarta. Secara geografis, desa jaranan merupakan peralihan desa ke kota. Posisi seperti ini berpengaruh kuat pada budaya yang terbentuk di masyarakat desa Jaranan.Peralihan dari budaya rural (agraris) menjadi budaya urban berdampak kuat pada proses pendidikan dan tumbuh kembang anak-anak desa Jaranan. Dulu anak-anak desa Jaranan bebas bermain,namun seiring dengan pertumbuhan penduduk dan perkembangan pembangunan, maka tempat dan waktu untuk bermain telah terrengut dari mereka.tanah lapang tempat mereka bermain telah ditumbuhi bangunan yang susul menyusul. Jumlah teman sepermainanpun sudah tidak lagi bisa banyak.Karena kini tuntutan akademis di sekolah sudah semakin tinggi,jadi anak sudah dsibukkan dengan berbagai jadwal les akademis.
Kesuksesan dalam ekonomi dan akademis memang merupakan tolak ukur sebagai manusia sukses pada era duia pencitraan sekarang ini. maka dunia pendidikan di Indonesia sekarang saling berlomba melahirkan manusia-manusia berotak briliant yang dengan skilnya akan mampu menghasilkan banyak uang.
Sehinga demi tercapainya target kurikulum sekolah sering mengabaikan bakat dan potensi alaminya. Anak sebagai obyek serig dipaksa menghafal dan patuh pada kunci jawaban. Mereka tidak diberi ruang untuk berpikir alternatif.
Lebih ironis lagi, karena sekolah terlalu sibuk mengejar angka-angka, akhirnya sisi sosial emosi anak sering tidak terolah. Akibatnya anak tumbuh menjadi manusia egois dan tidak peka terhadap lingkungan sekitarnya, bahkan sering menghalalkan segala cara untuk mencapai keinginanya, muncullah kasus-kasus korupsi, tabrak lari, perusakan alam, nyontek, dll.
Berangkat dari keprihatinan itulah Sanggar Anak Sawah berdiri, memberi alternatif belajar yang lebih ramah anak. Sanggar Anak Sawah memfasilitasi anak dalam berkarya, bermain, belajar dan menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan mereka sendiri, sehingga anak tumbuh dan berkembang menjadi jiwa merdeka. Di sini anak mendapat ilmu tanpa harus merasa digurui. Pendampingan belajar anak di Sanggar Anak Sawah melalui media seni, sehingga anak bebas berekspresi sesuai dengan usiannya. Proses belajar Sanggar Anak Sawah dilaksanakan di sawah dan dialam bebas, sehingga anak akan lebih mengenal betapa pentingnya lingkungan dan ekosistem yang diciptakan tuhan. Dengan demikian anak akan berkembang secara mandiri dan memiliki kecintaan pada alam serta memiliki rasa kebersamaan yang tinggi.
Selain proses belajar di sanggar anak sawah sendiri, Sanggar Anak Sawah juga punya program berbagi ilmu dan kebahagiaan di sekolah-sekolah ataupun lembaga lainnya, dengan cara mendongeng dan work shop membuat boneka tangan. Misi dari mendongeng keliling ini adalah menanamkan kepekaan pada anak-anak terhadap keberadaan hewan-hewan langka di Indonesia dan tentang kebersamaan untuk selalu menghargai setiap kehidupan.