Sistem pendidikan saat ini yang berbasis menghafal membuat anak-anak
tidak bisa mengembangkan bakat dan potensi alami yang dimiliki oleh
anak-anak. Kadang kala sekolah menjadi sebuah kegiatan yang menjemukan
bahkan mungkin ada anak yang menganggap sekolah merupakan kegiatan yang
menakutkan. Karena mereka tidak bisa bebas berekspresi sebagaimana yang
anak-anak inginkan. Dan jika mereka tidak mematuhi aturan-aturan yang
diberlakukan oleh sekolahan mereka pasti akan mendapatkan hukuman. Hal
semacam inilah kadang kala membuat anak-anak tidak nyaman bersekolah.
Anak-anak dipaksa patuh kepada kunci jawaban sehingga budaya
contek-mencotek menjadi budaya turun-temurun yang terus dilestarikan
hingga saat ini. Guru dan orang tua kadangkala menempatkan anak-anak
atau murid-murid hanya sebagai sebuah produk dari pendidikan. Oleh
karena itu bakat dan potensi alami yang dianugerahkan Tuhan kepada
anak-anak tidak tergali secara maksimal.
Oleh karena itu Sanggar Anak
Sawah mencoba memfasilitasi dengan mengadakan kegiatanyang bersifat ketrampilan seni yang dikemas dengan santai dan
memanusiakan manusia. memberikan ruang untuk anak-anak
mengembangkan kreatifitasnya. Mungkin terkesan lucu jika melihat
fenomena anak-anak yang ketika sore sepulang sekolah mereka ikut
bimbingan belajar yang materinya sama dengan yang mereka pelajari di
sekolahan. Terus yang menjadi pertanyaan fungsi guru disekolah apa?.
Ketika anak-anak mengikuti bimbingan belajar yang harus bayar sehingga
anak-anak yang kondisi ekonomi kelurganya kurang mampu tidak bisa
menikmati bimbingan belajar. Kenapa tidak gurunya saja yang ikut
bimbingan belajar? Kalau gurunya yang ikut bimbingan belajar, paling
tidak semua murid-muridnya bisa menikmati.
Visi misi Sanggar Anak
Sawah adalah memfasilitasi anak dalam berkarya,bermain, belajar dan
menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan mereka sendiri sehingga
anak tumbuh dan berkembang selayaknya anak yang berjiwa merdeka " sesuai
aturan" dan sebagai sarana mendapatkan ilmu pengetahuan yang
bermanfaat. Tujuan didirikan Sanggar Anak Sawah ini adalah berusaha
memunculkan kreatifitas anak dan pendampingan anak dengan media seni.
Sehingga bisa menumbuhkan rasa percaya diri pada anak-anak. Dan juga
menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap alam dan lingkungan. Karena
dalam proses belajar mengajarnya Sanggar Anak Sawah dilaksanakan di
sawah dan di alam bebas. Anak-anak tidak dibatasi dengan kotak segi
empat yang disebut kelas dengan segala formalitasnya yang tentunya tidak
memberikan kebebasan anak untuk berkreatifitas. Dengan belajar di sawah
dan di alam, anak-anak akan lebih mengenal betapa pentingnya lingkungan
dan ekosistem yang diciptakan Tuhan. Sasaran dari Sanggar Anak Sawah
ini adalah untuk semua anak yang membutuhkan tidak memandang jenis
kelamin, suku dan agama. Dengan target yang ingin dicapai: Mendorong dan
menumbuhkan semangat berkarya serta mandiri; Mendorong anak untuk
kreatif, berpikir positif dan pandai bergaul; Berusaha memunculkan
Partisipatif anak serta kekritisan anak maupun Pendamping sehingga
berkembang seiring sejalan secara bersama-sama; Menumbuhkan semangat
kebersamaan, rasa menghormati dan rasa empati dalam tumbuh kembang
bersama-sama. Sehingga anak-anak bisa berekspresi sesuai dengan usianya
tanpa harus dipaksakan.
Minggu, 12 Juli 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)









0 komentar:
Posting Komentar