Minggu, 12 Juli 2009

Aku Mencari Untuk Membuat Menjadi

Sistem pendidikan saat ini yang berbasis menghafal membuat anak-anak tidak bisa mengembangkan bakat dan potensi alami yang dimiliki oleh anak-anak. Kadang kala sekolah menjadi sebuah kegiatan yang menjemukan bahkan mungkin ada anak yang menganggap sekolah merupakan kegiatan yang menakutkan. Karena mereka tidak bisa bebas berekspresi sebagaimana yang anak-anak inginkan. Dan jika mereka tidak mematuhi aturan-aturan yang diberlakukan oleh sekolahan mereka pasti akan mendapatkan hukuman. Hal semacam inilah kadang kala membuat anak-anak tidak nyaman bersekolah. Anak-anak dipaksa patuh kepada kunci jawaban sehingga budaya contek-mencotek menjadi budaya turun-temurun yang terus dilestarikan hingga saat ini. Guru dan orang tua kadangkala menempatkan anak-anak atau murid-murid hanya sebagai sebuah produk dari pendidikan. Oleh karena itu bakat dan potensi alami yang dianugerahkan Tuhan kepada anak-anak tidak tergali secara maksimal.
Oleh karena itu Sanggar Anak Sawah mencoba memfasilitasi dengan mengadakan kegiatanyang bersifat ketrampilan seni yang dikemas dengan santai dan memanusiakan manusia. memberikan ruang untuk anak-anak mengembangkan kreatifitasnya. Mungkin terkesan lucu jika melihat fenomena anak-anak yang ketika sore sepulang sekolah mereka ikut bimbingan belajar yang materinya sama dengan yang mereka pelajari di sekolahan. Terus yang menjadi pertanyaan fungsi guru disekolah apa?. Ketika anak-anak mengikuti bimbingan belajar yang harus bayar sehingga anak-anak yang kondisi ekonomi kelurganya kurang mampu tidak bisa menikmati bimbingan belajar. Kenapa tidak gurunya saja yang ikut bimbingan belajar? Kalau gurunya yang ikut bimbingan belajar, paling tidak semua murid-muridnya bisa menikmati.
Visi misi Sanggar Anak Sawah adalah memfasilitasi anak dalam berkarya,bermain, belajar dan menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan mereka sendiri sehingga anak tumbuh dan berkembang selayaknya anak yang berjiwa merdeka " sesuai aturan" dan sebagai sarana mendapatkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat. Tujuan didirikan Sanggar Anak Sawah ini adalah berusaha memunculkan kreatifitas anak dan pendampingan anak dengan media seni. Sehingga bisa menumbuhkan rasa percaya diri pada anak-anak. Dan juga menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap alam dan lingkungan. Karena dalam proses belajar mengajarnya Sanggar Anak Sawah dilaksanakan di sawah dan di alam bebas. Anak-anak tidak dibatasi dengan kotak segi empat yang disebut kelas dengan segala formalitasnya yang tentunya tidak memberikan kebebasan anak untuk berkreatifitas. Dengan belajar di sawah dan di alam, anak-anak akan lebih mengenal betapa pentingnya lingkungan dan ekosistem yang diciptakan Tuhan. Sasaran dari Sanggar Anak Sawah ini adalah untuk semua anak yang membutuhkan tidak memandang jenis kelamin, suku dan agama. Dengan target yang ingin dicapai: Mendorong dan menumbuhkan semangat berkarya serta mandiri; Mendorong anak untuk kreatif, berpikir positif dan pandai bergaul; Berusaha memunculkan Partisipatif anak serta kekritisan anak maupun Pendamping sehingga berkembang seiring sejalan secara bersama-sama; Menumbuhkan semangat kebersamaan, rasa menghormati dan rasa empati dalam tumbuh kembang bersama-sama. Sehingga anak-anak bisa berekspresi sesuai dengan usianya tanpa harus dipaksakan.

0 komentar:

Posting Komentar